Anggota Dewan DPRD Bogor (M.Rizky) Menanggapi Serius Infrastruktur Di TNGHS Bogor

Berita3News.com

Pamijahan – Bogor

M.RIZKY TANGGAPI SERIUS APA YANG TERJADI DI TAMAN NASIONAL GUNUNG SALAK ENDAH.

 

Di jumpai di Gazebonya yang ada di jalan tegal waru terkait apa yang terjadi di Taman Nasional Gunung Salak,Ini kata M.Rizki pada PWRI rabu 8/05/2019 ,”
“Sejujurnya pada awalnya tidak kita ketahui apa yang terjadi di sana (TNGSE ) terkait pembangunan Infrastuktur jalan yang ada di sana,ternyata sudah ada pembangunan jalan yang di anggarkan dari APBD kabupaten Bogor ,Namun setelah saya berkunjung kesana pada tahun 2018 ternyata sudah di bangun jalan tahap pertama dan juga sudah di anggarkan pembangunan jalan tahap kedua dan langsung saya batalkan ,karna masih banyak prioritas pembangunan jalan yang lain “ujar Rizki

Insert- M.Rizky. Anggota DPRD. Partai Gerindra

Dan yang saya miris lagi, warga serta saya sendiri ketika melintas atau berkunjung ke situ di haruskan membayar ,kan ini aneh,kita yang istilah tuan rumah punya kita serta pembangunan di anggarkan dari APBD malah di haruskan bayar ,”ungkapnya.

Ketika di sampaikan sebagai pengelola Taman Nasional Gunung Salak ada 2 koperasi sebagai pengelola obyek wisata,Muhammad Rizki yang juga sebagai wakil ketua dewan ini ,Nampak terkejut ,”Ya semesti berdirinya koperasi itu logikanya untuk memakmurkan, mesejahterakan anggotanya,Namun yang menjadi pertanyaan anggotanya siapa saja di situ ,ya kalau wilayahnya di situ ,warganyabdo situ ,sudah semestinya warganya di berdayakan,”tegasnya.

“Yaa memang pada saat melegalkan suatu lembaga koperasi tidak ada syarat untuk melibatkan ,akan tetapi secara etika wilayah di situ dan itukan wisata alam serta milik Negara juga,alangkah eloknya mayarakat sekitar ,kepala desanya aparatur desanya ikut rembuk dalam menentukan arahnya serta kebijakkannya seperti apa ,kan harmonis apalagi melibat Bundes yang memang sudah ada di desa ,”katanya.

Apalagi sejak masuk gerbang sudah di haruskan membayar dan apalagi setiap pengunjung yang akan masuk di setiap obyek wisata yang ada di dalam kawasan di haruskan membayar lagi ,oleh karenanya ini harus di seriuskan ,walaupun secara pribadi saya masuk dari sisi infrastukturnya ,tapi jika seperti ini dengann banyaknya sekali aduan seperti ini kita harus benar-benar perhatikan,mulai dari tiketink ,besarannya,jumlahnya ,Dan kemudian apakah setelah masuk pintu gerbang untuk masuk wahana ataupun obyek wisata lain harus bayar lagi ,siapa yang memegang serta yang mengeluarkan tiket tersebut siapa bertanggung jawab sejauh mana masyarakat di situ di libatkan,jangan hanya segelintir orang saja yang di libatkan atau menikmatinya ,”pungkas M.Rizki.

 

Tim :

PWRI.Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *