Kam. Agu 22nd, 2019

Pemenang Tender Proyek Bernilai Miliyaran Rupiah Beralamat Palsu

Berita3News.com

Insert- Diduga Rumah Disulap Menjadi Kantor Perusahaan Pemenang Tender Bernilai Miliyaran Rupiah

Lagi Di Temukan Pemenang Proyek Beralamat Palsu Bernilai Milyaran.

BOGOR

Berbagai spekulasi muncul di kalangan para pengusaha kabupaten Bogor beberapa bulan terakhir ini. Timbulnya pesimisme di kalangan para pengusaha antara lain, keterlambatan terhadap lelang atas paket-paket pekerjaan di semua SKPD kabupaten Bogor.

Banyak dari para pengusaha yang memprediksi tidak terserapnya anggaran RAPBD tahun 2019 bukan tidak beralasan. Tahun politik, baik itu Pibup, Pilgub, Pilpres dan Pileg sudah tentu adalah alasan utama, belum lagi Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

Bersamaan dengan berbagai peristiwa penting di atas, pemerintah kabupaten Bogor kembali dengan kegiatan lelang Paket dari semua SKPD kab. Bogor. Tim Investigasi beberapa minggu terakhir turun ke lapangan dan unit layanan lelang kab Bogor. Hasil dari pengembangan info yang didapat dari berbagai sumber di lapangan, (tim-red) menelusuri sebuah info hasil lelang beberapa waktu terakhir.

Tim mencoba menelusuri info yang beredar bahwa, ada beberapa pengusaha kab. Bogor yang tergolong dari berbagai asosiasi konstruksi yang perusahaan beralamat fiktif, bermula dari info yang berasal dari berbagai sumber.

Mengenai lelang yang berasal dari SKPD PUPR kab. Bogor dengan kategori pekerjaan konstruksi lelang belanja modal jasa konstruksi pembuatan dinding penahan tanah (DPT) pada ruas jalan Palasari – Tajur Halang dengan HPS Rp1.439.900.000,00 (Satu milyar Empat Ratus Tiga Puluh Sembilan Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah) dan lelang peningkatan ruas jalan Ragajaya – Kampung Pulo dengan HPS Rp3.952.300.000,00 (Tiga Milyar Sembilan Ratus Lima Puluh Dua Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah).

Kedua paket pekerjaan PUPR tersebut di atas ternyata saat ditelusuri ke alamat yang ada dalam daftar lelang di Sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kabupaten Bogor diduga fiktif.

Selain melakukan survei pada alamat yang terdaftar pada LPSE, (Tim-red) mendapatkan info bahwa, alamat kantor CV SRIKANDI MAJU UTAMA yang berkantor di Perum Mutiara Sentul Blok J No. 7 kelurahan Nanggewer kecamatan
Cibinong. Sedangkan alamat yang didaftarkan oleh CV SRIKANDI MAJU UTAMA pada LPSE kabupaten Bogor adalah Alam Tirta Lestari Jl. Raflesia Blok B8/17 RT 007 RW 014 Pagelaran kecamatan Ciomas kabupaten Bogor.

Saat tim mencari informasi pada alamat tersebut di atas, ternyata tidak ada aktivitas kantor atau kegiatan perusahaan termasuk alat pendukung kantor. Alamat tersebut di atas tidak lebih hanya rumah hunian biasa atau rumah tempat tinggal.

Lebih jauh tim mencoba menemui penghuni rumah tersebut, dari pengakuan penghuni rumah, benar adanya alamat ini Blok B8/17 RT 007 RW 014.

Ketika ditanyakan sejak kapan rumah ini ditempati saudara (Badi) kakak sang pemilik CV. SRIKANDI MAJU UTAMA, nyatanya sudah 3 tahun terakhir tidak lagi menjadi kantor.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (KOMCAB LP KPK) kabupaten Bogor H. Noor Cholis, S.E., yang didampingi wakil ketua KOMCAB Syafarudin, saat ditemui tim media Selasa (9/7/2019) sangat mengeluhkan, sebuah perusahaan yang berbadan hukum melakukan tindakan yang sangat menyakiti hati rakyat. Karena, proyek-proyek APBD kab. Bogor itu milik Rakyat yang di anggarkan pemerintah untuk kemakmuran rakyat.

Menurut H Noor Cholis, S.E., perusahaan-perusahaan yang
beralamat fiktif seperti itu dan sejenisnya atau berbagai kecurangan administrasi harus ditindak tegas oleh SKPD atau pihak-pihak yang berwenang seperti KPA, PA. Dan KPA yang selanjutnya memberi kuasa penuh untuk pelelangan pada UKPB (Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa).

Menyikapi hal tersebut di atas, Ketua KOMCAB LP-KPK Kab. Bogor, akan menurunkan langsung tim dan anggotanya untuk mengadakan investigasi langsung, yang selanjutnya akan memutuskan hasil dari temuan di lapangan ke pihak yang berwajib.

“Jika tim investigasi menemukan cukup bukti di lapangan yang menurut hukum pantas untuk dilaporkan, akan kita laporkan,” ujar Mas Noor, sapaan akrab H Noor Cholis, S.E.

Reporter:

RB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *