Kecamatan Jonggol ‘Dijual’ ke China,

JONGGOL DI JUAL BUPATI KABUPATEN BOGOR JUSTRU TIDAK TAHU?

Program The Belt and Road Initiative, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Bali adalah target yang akan di incar investor asal negeri tirau bambu ini dipilih atas dasar pertimbangan wilayah geografis yang menyimpan hasil kekayaan dari kandungan alam serta keunggulan dan keunikan masing-masing yang diyakini dapat menjadi daya tarik para investor Tiongkok ini.

28 proyek yang ditawarkan ke Tiongkok ini tidak berada semuah di empat wilayah tersebut. Pemerintah juga menyiapkan delapan proyek yang berada di wilayah lain.

“Diantaranya kawasan ekonomi khusus Indonesia-China jonggol, Jawa Barat, adalah salah satu yang akan ditawarkan ke Tiongkok , Coal Fired Power Plant (CFPP) berkapasitas 2×350 Mw di Celukan Bawang, Bali, Pembangkit listrik skala menengah di berbagai lokasi di Pulau Jawa,.Mine mouth Coal Fired Power Plant (CFPP) Kalselteng 3 berkapasitas 2×100 Mw dan Kalselteng 4 berkapasitas 2×100 Mw, Kalimantan Tengah, dan kolaborasi

internasional Meikarta Indonesia-China. (lengkap lihat grafis).
Meski masuk proyek strategis, BKPM belum menjelaskan detil mengenai puluhan proyek tersebut. Begitu juga dengan rencana KEK Indonesia-China di Jonggol.

Bupati kabupaten Bogor Ade Yasin menyatakan dirinya belum mengetahui akan rencana wilayah Jonggol yang akan ditawarkan ke Tiongkok untuk investasi.  “Ade Yasin. Sebagai pemilik wilayah, mengaku justru baru mengetahui informasi tersebut dari media.

RPJMD (Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), Kabupaten Bogor belum memiliki rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus di wulayah Jonggol kabupaten Bogor.

Ade Yasin, mengatakan mengenai (KEK Indonesia – China) dijonggol saya belum mengetahui lebih jauh tutur Ade Yasin kepada media.

“Ajat Rohmat Jatnika, Kabid Perencanaan Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Badan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor.

Juga mengatakan belum tahu secara lengkap prihal Jonggol yang di tawarkan ke Tikngkok China. Dan saya belum tahu secara teknis proyek KEK Indonesia-China di Jonggol. Soal program tersebut kan langsung dari pemerintah pusat, tuturnya.

Ajat menuturkan, sampai saat ini belum ada yang melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengenai rencana pemerintah pusat yang berencana menawarkan wilayah Jonggol ini ke China, di Bumi Tegar Beriman. “Itu programnya pemerintah pusat,” tutupnya.

KEK. Special Economic Zone (SEZ) adalah wilayah geografis yang memiliki peraturan ekonomi khusus yang lebih liberal dari peraturan ekonomi yang berlaku di suatu negara.

KEK secara geografis dan jurisdiktif merupakan kawasan perdagangan bebas, termasuk kemudahan dan fasilitas duty free atas impor barang-barang modal untuk bahan baku komoditas sebagaian ekspor, dan dibuka seluas-luasnya.

Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus terdapat 12 KEK di Indonesia. Kawasan ekonomi khusus yang beroperasi di Indonesia.

Tiongkok akan memasukan dana investasi ke Indonesia. Dengan mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia dan termasuk investasi asing dari negara lainnya.

“Investor harus menanamkan modalnya dan membawa teknologi terbaik dari negara asal. Agar tidak terjadi second class technology (teknologi kelas dua), investor mutlak harus membawa teknologi yang ramah lingkungan.

Investor harus bisa membawa teknologi terbaru ke Indonesia agar secara perlahan investor tersebut harus melakukan transfer knowledge atau berbagi pengetahuan serta teknologi kepada pekerja Indonesia. “Ketiga, investasi tersebut harus mempekerjakan pegawai asal Indonesia sebanyak mungkin dan untuk menerima tenaga kerja asing harus melalui perjanjian lainya nya menyangkut ketenagakerjaan.

Setiap investor harus membangun industri yang bisa memberikan nilai tambah kepada produk Indonesia skema kerja samanya adalah B2B maka kedua belah pihak harus saling menguntungkan dalam perjanjian investasi asing di Indonesia.

Tiongkok – China adalah salah satu negara yang menjadi investor dan kreditur terbesar di Indonesia.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah mencatat dana yang masuk dari Tiongkok China melalui investasi telah mencapai lebih dari US$2,4 miliar  dan menduduki peringkat ketiga terbesar dari total investasi asing yang menanamkan modal nya di Indonesia.

Pada tahun 2014 investasi asal negeri Tiongkok China masuk dan memulai dari berbagairagam proyek – proyek pembangunan baik dari proyek pembangunan pembangkit listrik sampai fasilitas pemurnian dan pengolahan hasil tambang.

Sejak tahun 2014 di bawah pemerintahan Joko Widodo, trennya memang relatif meningkat. Pada 2014, realisasi investasi Tiongkok di Indonesia mencapai US$800 miliar.

Kemudian, pada 2015, melambat menjadi US$628 juta. Pada 2016, investasi Tiongkok kembali melesat menjadi US$2,7 miliar, dan 2017 mencapai US$3,36 miliar hingga pertengahan tahun 2019 ini diprediksi tren akan terus meningkat meski pada tahun 2019 ini merupakan tahun politik.

Data Bank Indonesia (BI),memyebutkan bahwa utang Indonesia ke Tiongkok terus meningkat.

Pada 2014, total utang Indonesia ke negeri tirai bambu Tiongkok China telah mencapai US$7,87 miliar.

Kemudian, pada 2015, melesat 73,5 persen menjadi US$ 13,6 miliar. Pada 2016, kembali merangkak menjadi US$15,16 miliar dan naik menjadi US$16,15 miliar pada 2017. Akhir tahun lalu, utang Indonesia ke Tiongkok telah mencapai US$17,31 miliar.

Tiongkok ingin melakukan ekspansi untuk mendukung program Jalan Sutera Modern yang akan memperlancar arus perdagangannya.

Dan Tiongkok biasanya turut membawa sumber dayanya yang akan menjadi isu sosial yang sensitif. Kemudian, itu pun sebenarnya tak lepas dari keterbatasan kemampuan bahasa mereka.

“Tiongkok kalau berinvestasi biasanya membawa satu gerbong tenaga kerja asal negerinya/tenaga kerja dan segala macam. Memang pilihannya sulit bagi pemerintah Indonesia karena, tidak dapat dipungkiri bahwa Tiongkok China yang memang.memiliki uang saat ini.